APA ITU FLIP PERSPECTIVE DALAM MERESPON KEKERASAN SEKSUAL?
Sebelum terjadi seara langsung, kekerasan seksual sering kali tumbuh dari hakl-gal yang dianggap "biasa" atau sekedar 'bercanda". Kekerasan tersebut berkembang dari perilaku yang terus-menerus dinormalisasikan dalam budaya masyarakat. Kekerasan Seksual berakar dari perilaku sehari-hari yang dinormalisasikan. Candaan bernuansa seksual, objektifikasi dan victim blaming memiliki dampak bersar dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap korban.
Flip Perspective merupakan upaya untuk mengubah cara kita merespons kekerasan seksual, dari yang semula mempertanyakan koran menjadi mempertanyakan tindakan pelaku, lingkungan, serta faktor-faktor yang memungkinkan kekerasan seksual terjadi. Perubahan perspektif ini mendorong pemahaman yang lebih menyeluruh terhadap kekerasan seksual dan membantu masyarakat menyadari bahwa berbagai tindakan bernuansa seksual tidak seharusnya dinormalisasikan dalam budaya maupun lingkungan sekitar.
Flip Perspective dianggap penting karena bagi korban cara lingkungan merespons kasus kekerasan seksual sama pentingnya dengan tindakan kekerasan seksual itu sendiri. Pertanyaan yang menyudutkan dan menyalahkan korban, respons yang meremehkan dari orang-orang sekitar, maupun anggapan bahwa tindakan tersebut hanyalah candaan dapat membuat korban merasa tidak dipercaya, takut disalahkan, serta enggan melapor atau mencari bantuan.
