Dampak Bullying terhadap Kondisi Mental Anak
Tindakan bullying (perundungan) yang terjadi di sekolah maupun di rumah membawa dampak buruk yang masif terhadap kondisi fisik, psikis dan ekonomi anak. Kedua lingkungan ini seharusnya menjadi ruang aman, namun ketika perundungan terjadi di sana, anak akan mengalami tekanan mental yang luar biasa.
Kesehatan mental adalah sektor yang paling rapuh dan paling pertama rusak saat anak mengalami perundungan. Gangguan kecemasan dan depresi dimana Anak terus-menerus merasa sedih, stres, putus asa, hingga kehilangan minat pada aktivitas yang mereka sukai. Krisis rasa percaya diri: Anak merasa tidak berharga, malu, dan merasa dirinya adalah sumber masalah. Trauma jangka panjang: Rasa takut dan tidak aman ini bisa terbawa hingga mereka tumbuh dewasa, memicu gangguan stres pascatrauma (PTSD). Risiko menyakiti diri sendiri: Pada tingkat yang parah, depresi berat akibat perundungan berulang dapat memicu pikiran untuk bunuh diri menjadi dampak yang paling sering muncul sebagai efek dari tindakan bullying.
Selain berdampak pada kesehatan mental, Bullying juga berdampak pada Kondisi Kesehatan Fisik dan Akademik dan sosial pada anak. Gejala Psikosomatis, Gangguan pola tidur dan makan, serta luka dan cedera fisik menjadi dampak Kesehatan fisik pada Anak. sedangkan untuk kondisi akademik dan sosial dampak bullying dapat terlihat dari penurunan prestasi akademik, mengisolasi diri dari lingkungan sosial, dan menjadi takut untuk pergi ke sekolah.
